Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Tuesday, November 29, 2011

dari Mango untuk Lunna

Matahari mengeluarkan cahayanya yang paling indah di sore hari, saat menjelang malam, saat bulan bersiap naik ke takhta dan menguasai langit.
Cahaya oranye, merah, dan keemasan disambut indahnya langit biru yang terpantul dari laut dan samudra.
Supaya esok, langit tetap ingat pada mataharinya yang memesona.
Aku pun akan memberikan yang terbaik yang bsia kuberikan padamu, agar kau terus teringat padaku, pada esok, setiap hari yang kau lalui.
Dan kuharap, seperti langit.
Kau bisa menyambut pesonaku, meski itu yang terakhir

Siapakah Aku?

kegelapan menatap lembut hari-hariku
kehampaan menyapa hidupku dengan hangat
kekosongan mengisi setiap lembar dalam hariku
siapakah aku dalam kepasrahan ini?

berjalan kulepas dengan tetesan air mata
bebas, tanpa arah, ku memberontak
siapakah aku dalam keputus asaan ini?
aku yang kehilangan separuh jiwaku

kucari, kutemukan, namun kulepas
kediamanku membodohi dalam ketidakpercayaan
demi sesaat, kulepas mereka yang abadi
siapakah aku dalam kebisuan ini?

Tuhan...
saat ku yang tanpa arti
kembali ku bersujud dan memohon
tetap kusyukuri yang ada
tapi kuharap semua kehendak-Mu adanya kehendakku
menopangku kembali seperti kehampaan ini datang
dan ku kan menjawab yang berarti
kali kedua ku bertanya
siapakah aku?


-Lunna Vania-



[Life - Silvia Arnie]

dari Luna untuk Ginna

Untuk sahabat
Lupakah aku mengucapkan 'maaf'?
Atau sekedar 'terima kasih'?
Untuk yang berarti dalam hidupku
Walau tak cukup banyak cerita untuk dikisahkan
Tapi terlalu banyak permohonan tuk didoakan
Dan mimpi-mimpi tuk diwujudkan
Walau terbentang segala yang merintangi
Kau dan aku, kita tetap satu

Untuk sahabat
Bila wujudku tak lagi nyata
Dan napasku tak lagi bersamamu
Bila jasadku yang utuh telah melebur
Dan ragaku telah hancur
Bila waktuku terbatas sampai detik ini
Dan ruangku tak sama denganmu
Ingatlah aku, sahabat
Kau dan aku, kita tetap satu
Karena dengan itu
Kan kau lanjutkan hidupmu

-Lunna Vania-

[Life - SIlvia Arnie]





















Sunday, November 27, 2011

Setap Detik dalam Hidupku

Setiap detik dalam hidupku diwarnai pengkhianatan
Terlalu kejam tuk jadi kenyataan
Terlalu buruk tuk jadi mimpi buruk
Dan tangis pun tak sanggup menggambarkan apa pu

Lagu-lagu mengalunkan nada empati
Seolah tau perasaan apa ini
Seandainya semudah itu menerima kenyataan
Seandainya ia tak merampas seluruh napasku
Seandainya ia menyisakan sedikit untukku
Agar setidaknya ku bisa berdiri lagi

Benar kiasan menyayat hati
teriris tipis dan tertusuk tombak dalam-dalam
Bilamana darah yang tak terhent
Mengucur dari irisan nadiku
Seperti itulah sakit yang abadi

Napasku direnggutnya
Nyawaku dicurinya
Ia mengambil semuanya
Setiap detik dalam hidupku


-Silvia Arnie-